Senin, 30 Juni 2014

Trouble.

Pernahkah kamu merasakan kesepian yang amat sangat mendalam?
Pernahkan kamu merasakan rindu yang amat sangat mendalam?
Pernahkah kamu merasakan perihnya hatimu karena mencintai seseorang yang tidak menghargai perasaanmu sedikitpun?
Dan pernahkah kamu merasakan ingin pergi dari dunia ini karena beban yang kamu pikul begitu berat sehingga kamu sudah tidak sanggup?
Pernahkah?!
Lalu, apa yang kamu pikirkan?
Pergi begitu saja meninggalkan rindumu, kesepianmu, dan beban beratmu itu?
Selintas pikiran itu ada dikepalaku. Pikiran yang ingin meninggalkan dunia ini, meninggalkan semua orang yang telah mengenalku, meninggalkan dunia yang begitu kejam sehingga membuat hatiku terluka. Tetapi, aku segera merubahnya.

Aku memang ingin pergi. Tetapi bukan itu jalan yang terbaik, bukan itu keputusan terbaiknya dan bukan itu cara untuk menyelesaikan segala beban berat yang sedang ku hadapi.

Pada kenyataannya aku harus menghadapi dan menyelesaikan segala beban berat yang sedang ku pikul. Aku harus memikirkan jalan keluarnya. Jalan yang membuat hatiku semakin tenang dan membuat beban yang berat itu terlepas. Tapi dimana jalan itu? Kemana aku harus melangkah?

Seakan-akan aku berada dijalan buntu tetapi tidak bisa memutar balik karena ketika aku memutar balik, didepan sana terdapat singa yang sedang menungguku dan siap untuk melahapku. Oh sungguh kejam. Aku tidak mungkin merelakan diriku begitu saja. Aku tidak mungkin jatuh dan menyerah dihadapan singa itu. Tidak mungkin! Aku harus menghadapinya. Aku tidak ingin menyerah tetapi aku tidak tahu harus bertindak apa. Aku tidak mungkin bertahan disini dengan begitu lama karena aku tahu singa itu akan segera melahapku. Tetapi otakku rasanya tidak sanggup untuk berfikir. Aku menangis. Aku merasa lemah. Kemudian aku sadar bahwa disebelahku tersapat bambu yang ujungnya runcing, aku ingin segera meraih bambu itu namun singa itu menatap ku dengan tajam seakan-akan setiap serakanku direkam oleh matanya yang buas. Aku tenang. menciba mengendalikan diriku, mencoba meraih bambu itu dengan perlahan, mencoba agar singa itu tidak maju dan segera melahapku.

Keringat dingin dan jantungku pun berdegup amat sangat kencang. Perlahan tapi pasti. Aku mencoba dengan amat perlahan untuk meraih bambu tersebut. Satu langkah, singa itu mengikuti langkahku dengan mulai maju satu langkah juga dan sorot matanya semakin garang. Aku harus cepat. Aku tidak ingin berada disituasi yang semakin membuat ku menjadi lebih buruk. Aku harus menyelesaikannya dengan cepat. Dua langkah, singa itu menonjolkan taringnya yang tajam. Jantungku rasanya mau lepas. Kakiku gemetar. Aku tidak kuat. Tapi apa boleh buat? Aku harus menyelesaikannya. Tiga langkah dan...............hap! Bambunya berhasil ku raih tapi tidak segampang itu, karena kemudian singa itu siap untuk maju, mengaung, dan mengeluarkan taringnya yang tajam. tanganku gemetar. Nafasku semakin sesak. Singa itu menatapku dengan tajam, berlari, dan tsruuukk! Bambu yang ku pegang itu tepat berada di jantung singa tersebut. Jantung singa itu pun berhenti berdetak.

Aku tersenyum. Aku mendapatkan jalanku. Aku terlepas dari beban beratku. Tidak gampang memang menyelesaikannya tetapi aku yakin aku bisa. Aku bisa menghadapi semuanya. Aku bisa menyelesaikan dengan baik dan berjalan dengan tenang. Karena pada akhirnya hanya aku yang dapat menyelesaikan dan tidak akan ada jalan keluar kalau tidak aku yang membuatnya.

Bukan masalah waktu, karena waktu semakin cepat berlalu dan membiarkan diriku terlena dengan situasi yang tidak membuatku nyaman. Tapi ini masalah diriku, masalah yang harus ku hadapi, yang harus ku pikirkan, dan yang harus ku selesaikan dengan cepat dan dengan tenang. Karena Allah tidak akan memberikan cobaan melebihi batas kemampuan hambanya. Allah memberikan semua ini karena Allah tahu aku dapat menyelesaikannya dengan tenang.

Jumat, 05 Juli 2013

Pergilah bersamanya.

Semilir angin malam menyelimuti kegundahan jiwa dan ragaku. Sembari merasakan tiupan angin yang berhembus dingin pada malam itu, hatiku sedang berseteru dengan fakta yang sedang terjadi saat ini. Aku adalah seorang remaja yang masih duduk di bangku SMA. Pada saat itu, aku belum mengerti apapun tentang suatu hal yang sebenarnya sudah kudapatkan dari kedua orang tuaku. Ya, itu adalah cinta, sebuah perasaan kasih dan sayang yang kita miliki sejak lahir di dunia yang fana ini.

Suatu hari aku bertemu dengan seorang gadis yang berparas tidak terlalu cantik. Panggil saja dia Ayu. Dia memiliki sifat yang cukup pendiam sesaat pertama kali aku bertemu dengannya, berbeda sekali dengan sifatku yang cenderung ramai dan riang. Ayu mulai menjadi temanku, ntah apa yang membuatku menjadi temannya aku tidak tahu karena selama ini aku berteman dengan siapapun.

Waktu terus berjalan, tanpa ku sadari hubunganku dengannya sudah menjadi teman dekat. Aku belum menyadari perasaan apa yang ada dibenakku setiap kali aku bertemu dengannya, meskipun selama ini telah kutumpahkan perhatianku padanya.

Kami selalu bertegur sapa, berbicara dan bercanda tawa bersama. Aku amat sangat nyaman jika berada didekatnya, pandanganku tidak pernah terlepas darinya ketika berbicara atau bercanda bersamanya. Dan pada saat itulah aku terpikirkan untuk menjadikan ia sebagian dari dalam hidupku ini. Hati ini masih bingung dan resah. Di satu sisi ingin sekali ku jadikan dia sebagai bagian dalam hidupku, namun di sisi lain masih ada suatu hal yang masih mengganjal dalam hati ini. Aku tau banyak sekali kaum adam yang ingin menjadikan ia sebagai pelengkap dalam hidupnya, bagaimana tidak? Ia memiliki kepribadian yang sangat baik. Jika aku dibandingkan dengan kaum adam yang lain, ya aku memang tidak ada apa-apanya. Timbul pertanyaan yang muncul dalam benakku, “Akankah ia akan menerima cintaku ini jika aku menyatakan perasaanku kepadanya? Akankah ia menerima semua kekuranganku?” beribu pertanyaan bermunculan didalam pikiranku jika aku menjadikan ia sebagian dari hidupku.

Siang berganti malam, matahari pun mengembalikan sinarnya dan digantikannya oleh sinar rembulan. Di malam ini ku panjatkan seutas doa kepada tuhan dan agar aku bisa tahu apa yang harus ku perbuat untuk selanjutnya.  Tak lama kemudian, aku berdiri dan hendak untuk pergi tidur. Segelintir cahaya pun datang memenuhi alam mimpiku.

            Aku terbangun dan melepaskan mimpi itu, serta menggantikannya ke alam dunia nyata. Mentari pagi menyinari kamarku, suatu tanda agar aku bersemangat untuk pergi ke sekolah dan melakukan aktivitas seperti biasanya. Sesampainya di sekolah aku masih belum menemukan Ayu di kelasnya. Entah apa yang kurasakan saat ini, rasa ini tak seperti biasanya. Aku jadi tidak ingin menemui gadis itu.

Jam 7 pagi dan lonceng sekolahku sudah berbunyi sebuah tanda untuk siswa masuk ke kelas masing-masing. Selama jam pelajaran aku selalu memikirkan dia. Tapi aku tidak semestinya seperti ini karena aku tidak ingin menampakkan wajah kesedihanku ini kepada teman sekelasku. Tak lama kemudian lonceng berbunyi, tanda istirahat tiba. Guru pengajar ku keluar, dan aku pun keluar untuk membeli makanan kecil di kantin. Setibanya di kantin, aku bertemu dengannya. Dia seperti biasa, berparas tidak cantik namun selalu menjadi perhatian kaum adam. Dia melihatku dan menegurku, kemudian dia mengajakku untuk pergi ke kelasnya.

            Sekarang aku dan dia menempati kelas yang berbeda, namun tidak terlalu jauh. Ketika di kelas aku langusng duduk untuk menikmati makanan kecil yang aku beli di kantin tadi. Dia mengambil sesuatu dan meninggalkan ponselnya di atas meja. Tiba-tiba ponselnya berdering tanda ada pesan singkat masuk ke ponselnya.

“Yu, ada sms masuk tuh.” Kataku pada ayu.

“Sebentar, ya” jawab Ayu.

“Aku baca yaa?” Kataku yang kemudian mengambil ponselnya dan mulai membuka pesan yang masuk.

Kamu lagi apa? Sudah sampai sekolah? isi pesan dari pengirim itu. Ku diamkan saja, karena ku tak tahu siapa yang mengirim pesan itu. Dia kembali bergabung dengan kami, dan melihat ponselnya.

“Ciyee pacar kamu sms mulu tuh, yu haha” ujar salah seorang temanku pada Ayu.

“Oh ya? Mana ponselku?” Jawabnya dengan senyum yang senang mendapat pesan dari orang yang dicintainya.

“Cieeee kan” sahut beberapa teman yang lain.

Dia hanya menjawab dengan senyuman manis dari mulutnya.

“Asikkan” sahutku kepadanya. Meskipun hati dan perbuatan saling bertolak belakang tapi aku tidak akan menunjukkan kesedihanku padanya.

            Setelah selesai makan, aku bergegas menuju kelasku. Aku menahan segala rasa yang ada di hati ini, namun tetap. Aku tidak akan menunjukkan kesedihanku pada orang lain. Kupikir itu bagus, bila dia memiliki orang yang menyukainya dan sekarang aku mulai merelakannya karena kekuranganku ini.


Ku harap orang yang ia miliki sekarang akan menjadi orang yang terbaik untuknya. Aku akan selalu tersenyum melihatnya bahagia dengan orang yang dicintainya. Biarkan perasaan ini ku pendam, aku yakin jika ada waktu yang tepat, aku akan memberitahu kepadanya tentang perasaanku yang sesungguhnya.

Senin, 20 Mei 2013

Fico Mengalihkan Duniaku.

Hei kamu. Iya kamu. Kamu Fico Fachriza. Hmm *menghela nafas*
Awalnya aku memang tidak tahu siapa kamu.
Mungkin orang-orang disana lebih dahulu mengenal kamu dibanding aku. Tapi, aku tahu tidak ada kata telat untuk melakukan hal yang kita inginkan. Termasuk kenal dengan kamu.

Ceritanya begini, ketika pertama kali aku melihatmu berdiri dibelakang mic dengan gaya yang sangat khas dan kelucuan yang kamu buat, dari situlah aku kagum denganmu terlintas juga dalam otakku bahwa kamu memang unyu banget. Hmm, lucu sih kedengarannya. Tapi, engga untuk aku. Karna itu memang faktanya.

Setelah melihatmu dilayar kaca, entah kenapa aku ingin sekali kenal denganmu lebih dekat.
Aku pun melakukan berbagai cara agar bisa mengenalmu lebih dekat. Ya, seperti berteman denganmu dijejaring sosial.
Sejak saat itu duniaku berubah seratus delapan puluh derajat! Aku jadi sering sekali stalking kamu disalah satu jejaring sosial dan aku juga suka mengirim pesan dijejaring sosial itu. Padahal peluang kamu bales mention aku sangatlah sedikit. Hampir tidak ada mungkin.
Tapi, it's okay. Aku akan bersabar sampai kamu membalasnya.

And finally, tepat pada tanggal 5 maret 2013 kamu resmi mem-follow back akun jejaring sosial aku. Jujur, rasanya aku langsung terbang diatas awan dan kamu juga berhasil bikin aku nginep diatas awan karna kamu membalas pesan aku tepat tanggal 8 maret 2013 dan masih dijejaring sosial yang sama. AMAZING!!!
Semua orang aku beritahu tentang berita ini. Sampai mungkin mereka menganggapnya biasa saja. Tapi, tidak untukku.

Jujur, baru kali ini aku mengidolakan seseorang sampai segininya. Entah apa yang ada dipikiranku.
Aku tau, aku hanyalah seorang gadis yang mengidolakan dirimu. Diluar sana juga banyak yang mengidolakan kamu. Lagian aku pasti susah untuk mengenalmu lebih dekat. Tapi, okelah tidak apa-apa.

Melihat kamu bahagia dan tersenyum saat berdiri dibelakang mic saja sudah membuatku ikut tersenyum juga.
Aku rasa sudah cukup. Aku hanya ingin pesan ke kamu.

Jaga diri baik-baik ya. Jangan lupa cuci kaki, cuci tangan lalu tidur hehe aku bercanda kok.
Aku cuma mau bilang, jangan sombong ya kakak fico. Karna, sombong itu dosa nanti dimarahin Allah kalau kakak sombong. Sudah itu saja. Bye kakak, someday I hope for see you :).

Senin, 18 Maret 2013

Pacar rahasia?

"Bukan dia tapi aku?"
Apakah kalimat itu pantas untuk keadaanku saat ini??
Keadaan dimana kau dan aku sudah memiliki kekasih, tetapi kau masih saja menyimpan rasa denganku. Bahkan, kau memperlakukanku sebagaimana orang yang berpacaran.
Apakah aku kesal karna seharusnya kau tidak usah bersama dia, melainkan bersamaku? Apakah itu bisa dibilang bahwa aku cemburu?
Entahlah....
Seharusnya aku tidak baik berpikir seperti itu karna aku sudah memiliki kekasih.
Kekasih yang sangat menyayangiku dan selalu membuatku tersenyum.
Aku bahkan tak mengerti apa yang sedang aku jalankan.
Apakah kita bisa dibilang selingkuh karna kita "bermesraan" disaat kita memiliki pasangan?
Jujur, awalnya aku hanya menganggapmu sebagai orang yang bisa membalikkan mood ku menjadi lebih baik saat aku kesal dengan orang yang mencintaiku.
Tapi sepertinya kau menganggapku lebih dari ini. Aku takut kau salah mengartikan kedekatan kita.
Apa yang harus aku lakukan? Melepasmu? Oh, tidak! Aku tidak sanggup.
Lalu? Aku harus apa? Apa sebenarnya perasaan ini? Aku tidak ingin melepaskan keduanya. Aku menyayangi kau dan dia.
Maafkan aku...
Aku bingung. Entah ini apa. Entah ini salah siapa. Entah apa yang seharusnya aku lakukan.
Aku bahkan merasa bahwa aku berada ditengah-tengah karna kita sudah menjalankan hubungan ini begitu lama. 
Aku bahkan siap menghadapi keadaan yang membuat ku menjadi sangat rapuh. Karna cepat atau lambat kekasihku akan mengetahui hubungan kita. Aku tau ini salahku.
Sudahlah.....
Biarkan saja ini menjadi sebuah pertanyaan didalam pikiranku. Aku pasti akan mendapatkan jawabannya.
Mungkin aku hanya butuh waktu untuk memikirkan semua jawaban itu.

Selasa, 05 Februari 2013

Broken Heart.


Hai kamu… Iya kamu, kamu yang sampai saat ini masih saja muncul dipikiranku, kamu yang sudah meninggalkan ku pergi dan kamu yang sampai saat ini tidak aku tau keberadaannya.

Apa kabar kamu? Bagaimana kamu disana? Dengan siapa kamu? Tidakkah kamu rindu padaku? Apakah kamu sudah menemukan seseorang yang menggantikanku disampingmu? Aku harap jawabannya tidak..

Begitu khawatir aku denganmu. Begitu dalam rasa rinduku padamu. Begitu banyak rasa ingin tau ku terhadapmu. Terhadap semua yang kau lakukan saat kau sudah tidak bersama ku lagi. Aku disini masih saja memperhatikanmu dari jarak yang amat sangat jauh, aku bahkan sering mendapatkan semua informasi perkembanganmu dan keberadaanmu dari orang orang disekitarku yang juga mengenalmu, mungkin karna mereka masih peduli denganku.

Jujur ku akui, aku rindu padamu. Aku selalu berharap untuk bertemu denganmu dan berbagi cerita lagi denganmu. Tapi, rasanya berat bagimu untuk bertemu denganku lagi. Hmm, setidaknya jika kau tidak ingin menemuiku, bisakah kau menghubungiku? Dengan mengabarkan kepadaku bahwa kau baik baik saja disana.  Bisakah? Ku mohon. Tapi, sepertinya semua itu tidak akan mungkin terjadi. Aku tau kamu sudah menemukan seseorang yang menggantikan diriku disampingmu kan? Aku tau kamu sudah menemukan seseorang yang terbaik untukmu kan? Ya, aku memang tau semua itu.

Aku yakin kalau kau sudah melupakanku dan pergi mencari cinta yang lain. Rasanya kau sangat nyaman dengan keadaan ini. Aku senang melihat kau tersenyum untuk orang yang kau sayangi saat ini. Teruslah kau jaga dirinya seperti dulu kau menjagaku saat kau masih mencintaiku. Janganlah kau buat dia menangis seperti dulu kau membuatku menangis. Percayalah aku akan baik baik saja disini. Aku akan tetap diam dan menjadi penonton yang baik saat kau memerankan kisah cintamu dengannya…

Kamis, 24 Januari 2013

Narrative Text.


THE GOOSE WITH THE GOLDEN EGGS



Orientation:
There was once a countryman who had a pet Goose that laid eggs. He is a pour man. The man would go to the nest every morning, collect the eggs and sell them at the market place, thus making his daily living.

Complication:

One morning, a shiny, yellow egg appeared in the nest among the white. “This is a trick!” said the man on finding the strange egg. He was sure that someone had tried to cheat him. The egg was heavy as lead and hard to crack. He was about to throw it away, but thought again that it might be a very precious metal. “It is gold – I’m rich!” said the man delighted now at his discovery. The magical pet laid a golden egg everyday while the simple countryman grew rich selling the precious eggs he collected. But in growing rich he also became very greedy.

Resolution:

He thought, ”If I cut up the Goose I will collect all the eggs of the stomach at once and make my fortune in one swoop.” And that is exactly what he did, he not getting the golden egg and he also lose the goose because all of greedy make he losed of all..

Sejarah Perkembangan Struktur Sel





Sel merupakan massa protoplasma berbatas membran dengan sistem organisasi yang sangat kompleks dan unit terkecil dalam organisme hidup, baik dalam dunia tumbuh-tumbuhan maupun hewan. Sel bukan merupakan suatu bangunan statis, melainkan sebuah struktur yang sangat dinamis. Sel terdiri atas protoplasma, yaitu isi sel yang terbungkus oleh suatu membran atau selaput sel. Berbagai jenis aktivitas hidup yang berlangsung di dalam tubuh organisme pada dasarnya berlangsung di dalam sel dengan mekanisme sistem yang sangat harmonis. Aktivitas satu sel menunjang aktivitas sel yang lain membentuk suatu sistem yang sangat harmonis untuk menunjang sebuah kehidupan yang fungsional.
Evolusi sains seringkali berada sejajar dengan penemuan peralatan yang memperluas indera manusia untuk bisa memasuki batas-batas baru. Penemuan dan kajian awal tentang sel memperoleh kemajuan sejalandengan penemuan dan penyempurnaan mikroskop pada abad ke tujuh belas. Sehingga mikroskop sejak awal tidak dapat dipisahkan dengan sejarah penemuan sel, yang dijelaskan sebagai berikut:

  1. Galileo Galilei (Awal Abad 17) dengan alat dua lensa menggambarkan struktur tipis dari mata serangga. Gallei sebenarnya bukan seorang biologiwan pertama yang mencatat hasil pengamatan biologi melalui mikroskop.
  2. Robert Hooke (1663) merupakan orang pertama yang memperkenalkan istilah sel berdasarkan hasil pengamatannya pada satu sayatan tipis gabus suatu kompertemen atau ruang-ruang. Ia melaporkan bahwa sumbat gabus terdiri atas ruang-ruang kecil yang diberi nama sel (bahasa Yunani: Cellula yang ber-makna ruang-ruang kecil).
  3. Robert Brown (1733-1858) pada tahun 1820 merancang lensa yang dapat lebih fokus untuk mengamati sel. Titik buram yang selalu ada pada sel telur, sel polen, sel dari jaringan anggrek yang sedang tumbuh. Titik buram disebut sebagai nukleus.
  4. Mathias J. Schleiden dan Theodor Schwann (1838) mengamati sel hidup pada jaringan tumbuhan dan hewan. Pada kedua jaringan, mereka menemukan bahwa setiap jaringan tumbuhan dan hewan terdiri atas sel. Berdasarkan pendapat kedua ahli tersebut, muncul teori bahwa setiap organisme terdiri atas satu atau banyak sel dan sel merupakan satuan terkecil penyusun tubuh organisme.
  5. Rudolf Virchow (1858) menyatakan bahwa omnis cellula e cellula yang artinya setiap sel berasal dari sel sebelumnya. Berdasarkan pendapatnya, muncul teori sel yang menyatakan bahwa “sel merupakan unit pertumbuhan”.
  6. Max Schultze (1825-1914) berpendapat bahwa protoplasma merupakan struktur dasar organisme dan merupakan bagian penting dari sel. Pendapat tersebut didukung oleh Felix Dujardin (1835) yang menyatakan bahwa bagian sel hidup yang terpenting adalah cairan protoplasma. Protoplasma adalah cairan hidup yang terdapat didalam sel hidup. Istilah ini pertama kali dikenalkan oleh Johannes Purkinje.