Sel merupakan
massa protoplasma berbatas membran dengan sistem organisasi yang sangat
kompleks dan unit terkecil dalam organisme hidup, baik dalam dunia
tumbuh-tumbuhan maupun hewan. Sel bukan merupakan suatu bangunan statis,
melainkan sebuah struktur yang sangat dinamis. Sel terdiri atas protoplasma,
yaitu isi sel yang terbungkus oleh suatu membran atau selaput sel. Berbagai
jenis aktivitas hidup yang berlangsung di dalam tubuh organisme pada dasarnya
berlangsung di dalam sel dengan mekanisme sistem yang sangat harmonis.
Aktivitas satu sel menunjang aktivitas sel yang lain membentuk suatu sistem
yang sangat harmonis untuk menunjang sebuah kehidupan yang fungsional.
Evolusi sains seringkali berada sejajar dengan penemuan peralatan yang memperluas indera manusia untuk
bisa memasuki batas-batas baru. Penemuan dan kajian awal tentang sel memperoleh
kemajuan sejalandengan penemuan dan penyempurnaan
mikroskop pada abad ke tujuh belas. Sehingga mikroskop sejak awal tidak dapat
dipisahkan dengan sejarah penemuan sel, yang dijelaskan sebagai berikut:
- Galileo Galilei (Awal Abad 17) dengan alat dua lensa menggambarkan struktur tipis dari mata serangga. Gallei sebenarnya bukan seorang biologiwan pertama yang mencatat hasil pengamatan biologi melalui mikroskop.
- Robert Hooke (1663) merupakan orang pertama yang memperkenalkan istilah sel berdasarkan hasil pengamatannya pada satu sayatan tipis gabus suatu kompertemen atau ruang-ruang. Ia melaporkan bahwa sumbat gabus terdiri atas ruang-ruang kecil yang diberi nama sel (bahasa Yunani: Cellula yang ber-makna ruang-ruang kecil).
- Robert Brown (1733-1858) pada tahun 1820 merancang lensa yang dapat lebih fokus untuk mengamati sel. Titik buram yang selalu ada pada sel telur, sel polen, sel dari jaringan anggrek yang sedang tumbuh. Titik buram disebut sebagai nukleus.
- Mathias J. Schleiden dan Theodor Schwann (1838) mengamati sel hidup pada jaringan tumbuhan dan hewan. Pada kedua jaringan, mereka menemukan bahwa setiap jaringan tumbuhan dan hewan terdiri atas sel. Berdasarkan pendapat kedua ahli tersebut, muncul teori bahwa setiap organisme terdiri atas satu atau banyak sel dan sel merupakan satuan terkecil penyusun tubuh organisme.
- Rudolf Virchow (1858) menyatakan bahwa omnis cellula e cellula yang artinya setiap sel berasal dari sel sebelumnya. Berdasarkan pendapatnya, muncul teori sel yang menyatakan bahwa “sel merupakan unit pertumbuhan”.
- Max Schultze (1825-1914) berpendapat bahwa protoplasma merupakan struktur dasar organisme dan merupakan bagian penting dari sel. Pendapat tersebut didukung oleh Felix Dujardin (1835) yang menyatakan bahwa bagian sel hidup yang terpenting adalah cairan protoplasma. Protoplasma adalah cairan hidup yang terdapat didalam sel hidup. Istilah ini pertama kali dikenalkan oleh Johannes Purkinje.
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar